Meski Dengan Keterbatasan Pemkab Tanah Datar Bergerak Cepat Tangani Bencana Hidrometeorologi.

Tanah Datar, Plusenamduanews.

Dengan terjadinya bencana Hidrometeorologi diwilayah kabupaten Tanah Datar, sejak 24 November 2025 lalu, yang mengakibatkan banjir, tanah longsor dan galodo, dan telah mengakibatkan hanyutnya rumah penduduk dan juga tertimbun tanah longsor serta rusak parah.

Bencana ini sangat luar biasa yang mengakibatkan 36 nagari di 12 kecamatan di Tanah Datar terdampak bencana. Selain kerusakan pada rumah penduduk, fasilitas umum, jalan, dan masyarakat yang harus di ungsikan.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, langsung bergerak cepat dalam menangani bencana hidrometeorologi tersebut, meski dengan keterbatasan dan kondisi darurat, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar segera menetapkan status tanggap darurat bencana.

Sejumlah langkah cepat dilakukan, di antaranya membuka dapur umum, mendirikan posko pengungsian, serta menggalang donasi untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah.

Pendistribusian logistik dilaksanakan dengan secepat menjangkau daerah-daerah sulit akses, termasuk wilayah terisolir yang ditempuh melalui jalur alternatif seperti penyeberangan Danau Singkarak.

Disamping itu pemerintah kabupaten Tanah Datar juga langsung menurunkan alat berat untuk percepatan penanganan, serta melakukan penyewaan alat tambahan. Bahkan, satu unit alat berat milik pemerintah daerah dilaporkan hanyut terbawa banjir bandang.

Berkat komunikasi intensif dan koordinasi pimpinan daerah, akhirnya membuahkan hasil, bantuan alat berat mulai berdatangan dari Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat, Hutama Karya Indonesia (HKI), hingga pihak swasta.

Fokus utama penanganan diarahkan pada pembukaan akses dan pemulihan konektivitas antarwilayah. Jalan-jalan yang tertimbun material banjir dibuka kembali melalui kegiatan pembersihan dan penimbunan material, dengan melibatkan TNI, Polri, serta relawan.

Memasuki perpanjangan masa tanggap darurat hingga 17 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar saat ini tengah mempersiapkan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Gerak cepat, koordinasi lintas sektor, serta komitmen kuat pimpinan daerah menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam melindungi masyarakat dan mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Sampai saat ini tercatat meninggal dunia sebanyak 3 orang, dan 5 orang mengalami luka-luka. 34 rumah hanyut, 95 rumah rusak berat, 101 rumah rusak sedang, 217 rumah rusak ringan, serta 2779 orang pengungsi.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum.16 jembatan dilaporkan putus, tiga jembatan rusak berat, dan satu jembatan rusak ringan. Bahkan, tiga nagari di Kecamatan Batipuh Selatan sempat terisolir akibat terputusnya akses jalan.

Pada sektor pertanian tercatat kerusakan irigasi sekunder sebanyak 74 titik, irigasi tersier 17 titik, serta lahan sawah terdampak seluas 480,64 hektare.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *